-
-
kalau saya nyebutnya perusahaan yg bergerak di bidang interactive communications, bidang pekerjaannya cuma 2:
- online branding (termasuk web strategy & development)
- offline interactive support (bekerja sama dengan advertising agency BTL yang mengerjakan brand activation. kita biasanya support dari sisi multimedianya)
mencari klien? hehe, sekarang sih yang ada dicari klien. cara paling simple dengan beraliansi dengan banyak advertising agency.
sejarah pendiriannya? bisa dibaca di blog fanabis.blogdetik.com. -
Rikues dong ke Karmin supaya Ilman ikutan diwawancara.
Kayaknya di bagian atas interviewnya sudah jelas diceritain deh. Saya dulu modalnya idealis saja. Nggak ada uang dan jaringan dan menutup mata terhadap pasar. Cuma modal tenaga dan skill. Tapi itu nggak cukup. Ujung2nya kita juga harus kenal dengan pasar. Dimana2 bisnis yang berhasil kan yang memang jelas ada pasarnya. Jadi sekedar bisa membuat, tapi kalau barangnya nggak bisa dijual, ya sama juga bohong. Sekedar beridealis bisa membuat sebuah produk dan bangga banget karenanya, tapi produknya nggak bisa dijual juga nggak jadi apa2. Enaknya sih mencoba untuk balance di antara keduanya. -
newton ini sekarang kerja di mana ya?
-
kan ada lite.facebook.com kalau dirasakan terlalu berat? Yang bikin populer? Ya karena saat ini sedang trend, bahkan hingga promosi ponsel pun selalu membawa2 FB. Pengguna gadget di Indonesia kan biasanya latah, suka ikut2an :D
-
nggak lama. pasti bentar lagi juga bosan. Saya saja sudah mulai bosan menjawab :D
-
Ingin ke Raja Ampat. Hunting.
-
lah mboh, malah semakin dikit sekarang yang nanya.
-
dengan memulai, tanpa banyak berpikir.
-
Bisa iya bisa nggak. Kalau di kalangan pengguna komputer awam dan linux, mungkin iya. Tapi kalau di kalangan para blogger fashionista jelas nggak :))
-
Pasti pernah. Kalau mentok ya jangan dipaksa. Namun kalau sudah deadline dan ide harus muncul cepat, biasanya yang saya lakukan (meski tidak selalu):
1. Buka2 referensi sebanyak mungkin. Lihat dari setiap referensi apa yang baik. Catat di selembar kertas.
2. Tutup semuanya, coret2 di lembaran kertas tadi, pilih2 mana yang baik.
3. Gabungkan saja semua yang baik, sambil memikirkan bagaimana menghubungkan/mengintegrasikan semuanya.
Ide nggak akan muncul sendiri. Harus dipancing. Lagi pula sudah hampir tidak ada ide original. Lebih mudah memodifikasi contoh yang sudah ada. -
Kalau diminta untuk tidak mentweet kalau isinya tidak positif, ntar isi Twitter ndak ada funnya lagi. Proporsional sih menurut saya.
Seorang individu mungkin ingin Twitter/Facebook menjadi perwakilan kompetensi dirinya di social media. Ia mungkin ingin unjuk diri kalau ia seorang yang paham akan leadership/manajerial/psikologi/apapun bidang yang digelutinya. Di sisi lain, ia juga seorang pribadi yang unik, yang tentunya suka bersosialisasi. Kalau saya pribadi sih mencoba balance saja. Kadang saya share tentang hal2 yg berhubungan dengan profesionalitas, kadang ya saya main2 dan ngobrol santai (eh, keseringan malahan) :D Alternatif lainnya membuat dua user ID yang berbeda. Satu fokus untuk santai, satu fokus untuk profesional.
Bahkan brand seperti Acer pun malah ingin menjadi "manusia" di Twitter. Coba cek saja, berapa banyak tweetnya yang lebih ke "gaul" daripada ke branding Acer-nya sendiri. :D -
Ndak terlalu ingin sih. Kalau semua hobi jadi pekerjaan, ntar saya ndak punya sesuatu yang fun lagi.
-
lagu favorit? mikir2... gak ada yang terfavorit, tergantung ingetnya apa. Ada lagu Boy Meets Girl - Waiting for a Star, ada lagu Hamasaki Ayumi - Bluebird, ada lagu Funtwo - Canon in D (rock version), dll.
-
i also like your name, i think you're really a nia sadjarwo. :)
-
Kalau ini ngomongnya dunia online, dan saya lebih mengerti dunia 'brand' daripada perusahaannya, jadi saya jawabnya area itu saja ya. Untuk brand ada cukup banyak kok, dari Chocolatos, Yamaha, Acer, yang diomongin positif baik di Facebook maupun Twitter. Biasanya mereka punya komunitas yang loyal akan brand itu. Bahasan ini ada di posting blog saya beberapa hari lalu.
Kalau yang negatif, beberapa kali sempat pernah diomongin di Twitter kok. Dari keluhan terus menerus tentang salah satu channel TV. Tapi obrolan di social media itu cenderung dinamis. Saat ini mungkin positif, tapi bisa jadi dalam 1-2 minggu mendatang menjadi negatif. Saat ini mungkin diingat kalau ia jelek, tapi 1-2 minggu ke depan arsip kejelekan itu sudah hilang atau tertutup oleh sikap positif brand tersebut di ke depannya.
Pitra’s Bio
http://eyesight.media-ide.com
http://strategocorp.com
http://freshyourmind.com
http://eyesight.tumblr.com
http://intipselebriti.com

