
selalu atas kapal nak berhubung and sedara mara,isteri guna apa?
Ok, memang betul, setiap orang normal tentulah memikirkan hal demikian. Pernah seseorang berkata kepada saya " mas, ingat yah, kodrat manusia itu di ciptakan Tuhan untuk di darat bukan di atas air". :) Bagus, saya kemudian berpikir dan tersenyum kecil. Saya juga punya alasan lain mengapa saya bekerja di atas air. Sah-sah saja asal tidak sepanjang umur-ku terus-terusan di atas air.
Dari bahasa anda tentu lah anda orang Malaysia. Memang hampir setiap negara Eropa maupun Amerika dan Asia, bidang pekerjaan di atas kapal ini sudah tidak lagi menjadi pekerjaan favorit. Termasuk juga Malaysia. Tentuh mereka mempunyai alasan masing-masing untuk pekerjaan ini. Salah satunya adalah seperti alasan anda tersebut. Namun, bagi negara maritim seperti Indonesia bidang pekerjaan ini masih menjadi bidang pekerjaan favorit sebagian masyarakat Indonesia. Entah lah apa yang menjadi alasan sehingga pekerjaan ini masih favorit di Indonesia. Namun, satu hal yang menarik adalah dengan adanya penurunan minat pelaut di negara-negara lain, maka membuka peluang bagi Indonesia untuk mengirim tenaga - tenaga pelaut ke berbagia negara atau perusahan - perusahan pelayaran asing semakin meningkat. Alhasil nya, Indonesia semakin merajai pasar tenga pelaut dunia yang oleh sebagian berpendapat Indonesia nomor 2 raja Maritim setelah Pelaut Filipin. Dampaknya pemasukan devisa bagi negara kami terus meningkat.
Namun demikian, entah apalagi yang menarik sehingga akhir2 ini, profesi ini kembali di minati oleh China, Rusia dan sebagian negara Afrika. Mulai banyak ditemui diatas kapal dan di perkirakan jumlahnya semakin meningkat..
Jadi anda pikir - pikir lagi dan cari alasan yang tepat mengapa anda tidak suka bekerja di atas kapal, hanya karena "nak berhubung and sedara mara,isteri guna apa?"
Berlayar sekarang, saya ingin katakan, berhubungan dengan Istri atau keluarga bukan lagi menjadi halangan. Coba anda tengok, hampir setiap berlayar mendekati pulau selalu ada sinyal GSM, tak hanya telepon suara, web cam pun semudah telepon suara. Penerbagan semakin murah dan mudah ke berbagai negara. Kontrak kerja semakin di sesuaikan sudah 3 bulan bekerja 1 bulan cuti. Dan lain-lain yg semakin memanjakan pekerja. Bicara upah, banding dengan profesi pekerjaan lain, upah pelaut lebih tinggi. Contoh, dengan standar upah minimum ITF atau ILO, upah seorang pelayan (Mess Boy) di atas kapal, mungkin sebanding dengan upah seorang Staff di Office. Bahkan, Seorang Manager perusahaan pelayaran sendiri, sebagian masih di bawa upah/gaji seorang Nakhoda di atas kapal.
Tentu ada berpikir " ialah, sebanding dengan pengorbanan bekerja jauh meninggalkan keluarga"
Misalnya 4 bulan saja anda pergi berlayar kemudian pulang dengan hasil yang cukup membili sebuah mobil, apakah ada kebahagiaan tersendiri dalam keluarga anda ??.
