-
All responses Most smiled responses
-
asked by japsformspring
Setuju. Tapi huruf r yang diikuti vokal pada awal kata dasar akan luluh jika diberi awalan meng-. Jadi: perumahan. Mengenai permukiman, saya sepakat bahwa itulah bentuk yang lebih tepat. Ada tulisan yang cukup relevan di sini: http://bit.ly/dkPq8c
-
asked by DennyNoor
"Baru" lebih familier bagi orang Indonesia. Tapi "mutakhir" lebih unik. Saya pilih mutakhir-memutakhirkan.
-
Ada beberapa pendapat, antara lain pos-mengeposkan, tulisan-menuliskan, kiriman-mengirimkan. Saya sendiri lebih senang yang terakhir.
-
asked by DennyNoor
Wow, banyak sekali daftarnya. Komentar saya paling untuk icon = ikon dan fashion = busana.
-
asked by DennyNoor
Wah, hebat! Semoga banyak yang ikut serta dalam upayanya ya.
-
asked by DennyNoor
Pekicau. Kan tidak usah selalu dengan pola berakhiran -wan.
-
Ketik "<EOM>" di akhir subjek *cuek*
-
Kesehatan. Baru terasa sewaktu sakit.
-
Ampun. Bukan saya pelakunya, Sus.
-
asked by yahya
Mungkin tidak. Wikipedia adalah penyebab utama saya terperosok mempelajari bahasa Indonesia. Tapi saya belum merasa layak disebut linguis (ahli bahasa). Baru "penggemar".
-
Saya cepat sekali berkeringat, jadi kalau rambut agak panjang tidak nyaman. Dan saya juga agak pelit: Rambut pendek mengurangi penggunaan sampo, pengeluaran pun bisa diirit.
-
Mungkin dari bunyi telepon yang tidak tersambung, Sus: "tulalit... tulalit...". Belum diwikikan euy.
-
Sutan. Itu gelar untuk laki-laki yang sudah menikah di Minangkabau
-
asked by zaenul
Haha, cuma sedikit orang yang tahu makna penting "tisu" dalam hidup saya. Urutannya sudah benar seperti itu kok. Yang disebut lebih belakangan lebih ingin saya buang ketergantungannya :)
-
asked by 9olda
Nama kakekku, Sus. Orang Minang. Lanin St. Saidi http://bit.ly/5dhIvZ
-
Ivan Lanin’s Bio
Wikipedian, Indonesian language enthusiast, Creative Commons supporter


Loading...